Berita

Seleksi Kalpataru DIY 2021

Apr

05

Seleksi Kalpataru DIY 2021

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY melalui Seksi Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup melaksanakan seleksi Penghargaan Kalpataru tingkat DIY tahun 2021 mulai tanggal 5-9 April 2021. Pada hari pertama, seleksi dilaksanakan di 2 tempat berbeda yaitu di Dusun Pendulan, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman untuk kategori Pengabdi Lingkungan, dan di Desa Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo untuk kategori Penyelamat Lingkungan. Nama calon yang diajukan untuk Pengabdi Lingkungan ini adalah FX Sudarno, SP. Salah satu kegiatannya antara lain adalah Pengembangan budidaya buah Klengkeng New Kristal. Kegiatan ini dirintis sejak tahun 2015. Tujuan kegiatan ini adalah penambahan vegetasi tutupan lahan di lahan nonproduktif dan peningkatan pendapatan petani.  Kegiatan ini telah berkontribusi dalam meningkatkan suplai oksigen di lingkungan. Tanaman kelengkeng bisa dibuahkan di luar musim dengan teknologi tertentu sehingga harga menjadi stabil, selain itu kegiatan lainnya adalah pengembangan lahan pekarangan dengan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari), pelestarian burung Tyto Alba dan pembinaan kelompok wanita tani.

   Foto : Peninjauan Buah Kelengkeng New Kristal     

Sedangkan pada calon Kalpataru di Desa Jatimulyo, Kapanewon Girtimulyo, Kulon Progo adalah KTH Wanapaksi. Kegiatan dari Kelompok Tani Hutan ini adalah konservasi burung. Jenis Burung yang ada di kawasan ini berjumlah lebih dari 105 jenis burung baik yang menetap maupun bermigrasi. Namun keberadaan burung ini tidak lepas dari aksi perburuan. Melihat semakin berkurangnya dan terancamnya habitat burung-burung tersebut maka Pemerintah Kalurahan Jatimulyo mengeluarkan Perdes Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pelestarian Lingkungan Hidup yang didalamnya memuat pelestarian satwa termasuk didalamnya burung. Salah satu program yang dikembangkan oleh KTH Wanapaksi adalah Adopsi burung-burung bersarang. Tujuannya adalah memulihkan populasi burung di Jatimulyo dengan melibatkan masyarakat lokal agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari penjagaan burung ini.
Hingga tahun 2020 KTH ini sudah berhasil mengadopsi 28 sarang burung antara lain Elang Alap Jambul, Sikatan Cacing, Kehicap Ranting, Empuloh Janggunt, Pelatuk Besi, Cekakak Jawa dan Cucak Kuning.  

                                              
Foto : Pengamatan Sarang Burung

Penulis : Pen_yl