Artikel

Seri Pohon Langka: Kendal

Mar

12

Seri Pohon Langka: Kendal

Seri Pohon Langka: Kendal

Pohon kendal dikenal dengan beberapa nama lokal antara lain:  kensal (Jawa), nunang (Sumatera Barat), kai nunak tatasinunang (Timor), toteolo (Halmahera), lantolo (Gorontalo) dan cena (Bugis). Sedangkan di luar negeri dikenal dengan fragrant manjack, glue berry, bird lime tree, Indian cherry, gunda (India) dan phoà-pò·-chí (Taiwan).

Klasifikasi Taksonomi

Secara taksonomi mempunyai susuanan sebagai berikut: 

Kerajaan         : Plantae 

Filum               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Boraginales 

Famili              : Boraginaceae

Genus             : Cordia

Spesies           : Cordia dichotoma

 

Ciri Fisik dan Morfologi

Pohon kendal berhabitus pohon. Ketinggian batang dapat ketinggian 20 m, dengan diameter batang dapat mencapai ukuran 0,5-1m. Sistem percabanganya menyebar.  Kulit batangnya berwarna coklat pucat dan keriput. Beralur dangkal, kulit luar tebal dan lunak. Kulit bagian dalam sangat ulet dan kuat.

Kayu berwarna coklat muda, berserat halus, lurus dan kuat. Serat kayu panjang, ulet dan kuat. Begitu pula dengan cabangnya bersifat ulet sulit dipatahkan dengan tangan walaupun berukuran kecil.

Daun bertipe tunggal duduk berseling-seling. Berbentuk lonjong hingga bulat telur. Permukaan daun halus.Berwarna hijau. Ujung daun meruncing dengan tepi agak berombak.

Bunganya berwarna putih kekuningan bertipe majemuk. Tumbuh dari ketiak daun. Buahnya berbentuk bulat kecil dan bergerombol. Berwarna putih kekuningan hingga orange. Buah yang matang berwarna merah muda. Daging buahnya sangat lengket sering dimanfaatkan sebagai lem.

Persebaran Alami

Pohon kendal secara alami tersebar di beberapa negara antara lain: China terutama di daerah FujianGuangdong GuangxiGuizhouXizang Tenggara dan  Yunnan kepulauan Ryukyu JepangTaiwanIndiaPakistan, Srilangka, Kamboja, Laos, burma, Filipina, Thailand, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Australia Utara, Queenslan dan Caledonia Baru. Tanaman ini merupakan merupakan tanaman tropis dan sub-tropis, banyak ditemukan di berbagai hutan gugur kering sampai hutan gugur yang lembab.

Di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, tanaman ini sudah mulai langka. Kelangkaan tanaman ini disebabkan tanaman ini sudah jarang dibudidayakan. Beberapa tanaman yang masih dijumpai merupakan tanaman yang tumbuh secara alami. Tanaman ini biasanya ditemukan di pagar pinggir pekarangan di kawasan pegunungan.Salah satunya teridentifikasi sebagai tanaman pagar tepi jalan di Dusun Koripan, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Di tempat ini ditemukan dua pohon dengan ukuran tinggi 3 meter dengan diameter batang 10 cm dan tinggi 7 meter dengan diameter 15 cm.    

Potensi Pemanfaatan

Kulit batang, daun, dan buahnya dapat dimanfaatkan untuk obat. Kulit pohon kendal untuk obat penyakit kulit. Air rebusan kulitnya untuk obat demam dan sakit kepala. Tumbukan daunnya untuk obat anti radang dan kompres.Sedangkan buahnya dapat dijadikan obat batuk dan sesak nafas. Manfaat lainya dari bagian daun, buah, biji dan kulit kendal adalah: anti diabetes, anti inflamasi, imun modulator dan aktivitas analgesik. Buah yang masih muda dapat dimanfaatkan sebagai acar dan komboran minuman ternak. Daunnya baik untuk pakan ternak. 

Kayu kendal berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan mebel dan konstruksi bangunan rumah. Berdasarkan sifat dan struktur seratnya yang ulet dan kuat berpotensi untuk pembuatan fiber pada berbagai kepentingan diantaranya otomotif untuk pembuatan bodi, das bor, bemper dan asesoris lainya. Pada jaman dahulu, kayu kendal banyak dimanfaatkan untuk konstruksi seperti pembuatan kendang sapi, kuda dan kerbau, juga untuk tiang pancang di sungai atau danau. Hal ini disebabkan karena kayu kendal mempunyai kekuatan dan daya tahan yang tinggi pada kondisi ekstrim.

(Seksi KSDA)