Berita

Workshop Pengelolaan Sampah Mandiri

Apr

07

Workshop Pengelolaan Sampah Mandiri

Workshop Pengelolaan Sampah Mandiri

Target pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga tertuang dalam Pergub DIY nomor 128 tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah DIY, dimana untuk DIY target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% sampai dengan tahun 2025. Salah satu upaya untuk mencapai target tersebut adalah dengan melakukan pengurangan dan penanganan sampah di hulu, yaitu sejak sampah dihasilkan di level rumah tangga. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY melalui Seksi Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun mengadakan Workshop Pengelolaan Sampah Mandiri (tanggal 7, 8, dan 12 April 2021). Tujuan dari kegiatan workshop tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya pengolahan sampah skala rumah tangga.


Kegiatan dilaksanakan di ruang Rapat Aula A DLHK DIY dengan menghadirkan narasumber dari Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Kota Yogyakarta (Sri Martini dan Ida). Target peserta workshop kali ini adalah kelompok masyarakat dan pengelola bank sampah di Kota Yogyakarta. Adapun peserta workshop pada hari pertama terdiri dari Pimpinan Cabang Aisyiyah Kraton Yogyakarta, Majelis Kesehatan Pimpinan Ranting Aisyiyah Karangkajen, Ketua Bank Sampah Kelompok Sedoso, Patehan, Kraton, dan DLH Kota Yogyakarta. Dalam kegiatan workshop tersebut dilakukan pelatihan pengolahan sampah organik dengan metode Eco Enzyme.




Eco Enzyme adalah hasil fermentasi dari campuran sampah organik berupa sisa buah dan sayuran (kulit buah, potongan sayuran, dll), gula (gula merah atau molase), dan air yang disimpan dalam wadah tertutup selama 3 bulan. Eco Enzyme merupakan cairan serbaguna yang memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai pembersih toilet, pencuci piring, pencuci buah dan sayuran, cairan pestisida, pewangi ruangan, pengganti pemutih dan pelembut pakaian, pengganti pasta gigi, pengganti shampo, mengobati infeksi pada kulit, dan masih banyak manfaat lainnya. Adapun ampas Eco Enzyme pasca panen dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, pengharum mobil (dikeringkan terlebih dahulu) serta dapat dimanfaatkan kembali menjadi biang/bahan fermentasi Eco Enzyme yang baru.


Diharapkan dengan kegiatan pelatihan ini para peserta workshop dapat mengimplementasikannya di rumah tangga masing-masing dan menularkan pada masyarakat sekitar sehingga upaya pengurangan sampah khususnya sampah rumah tangga dapat tercapai.