Berita

Verifikasi Nominator Penghargaan Kalpataru 2022

Jun

06

Verifikasi Nominator Penghargaan Kalpataru 2022

Verifikasi Nominator Penghargaan Kalpataru 2022

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Direktorat Kemitraan Lingkungan, mengadakan verifikasi Nominator Penghargaan Kalpataru Tahun 2022 di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 17-18 Mei 2022 lalu di Desa Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten. Sebelumnya DLHK DIY mengajukan 5 nominator penerima Penghargaan Kalpataru 2022 namun hanya 1 yang lolos 20 besar dari jumlah usulan 170 peserta Se- Indonesia. Adapun 1 nominator yang lolos tersebut adalah Sri Wahyuningsih kategori perintis lingkungan dengan kegitan Pemanenan dan pengelolaan air hujan yang dilakukan dengan teknologi elektrolisa yaitu teknologi yang murah, mudah, tepat guna. Pelaksanaan verifikasi ini sebagai tindaklanjut dari verifikasi virtual yang telah dilaksanakan sebelumnya. Adapun pelaksanaan verifikasi ini dilakukan oleh Ahmad Junaidi, S.H dan Muhammad Mashuri Alif S.E. , M.M.

Kegiatan yang ditinjau oleh tim antara lain :

    1. Pengelolaan Air Hujan, yaitu mengelola air hujan dengan konsep menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meminimalkan penggunaan air tanah sebagai bagian konservasi sumber daya air.  Sisa air hujan yang ditampung ini kemudian dimasukkan ke dalam tanah melalui sumur resapan maupun sumur yang ada untuk menjaga ketersediaan air tanah
    2. Edukasi Pengelolaan Air Hujan, kegiatannya adalah Edukasi pengelolaan air hujan dilakukan dengan 2 pola yaitu edukasi internal melalui Sekolah Air Hujan Banyu Bening dan Kenduri Banyu Udan yang menjadi event tahunan, serta melalui edukasi eksternal melalui sosialisasi ke berbagai daerah baik undangan kelompok masyarakat maupun instansi/lembaga yang lain.
    3. Konservasi Tanaman, Konservasi tanaman ini dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan cadangan air tanah. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan penanaman dan pembagian bibit tanaman bersama masyarakat dan komunitas peduli lingkungan


    Sri Wahyuningsih, sedang menjelaskan kegiatan yang dilakukan kepada Tim Verifikator Kalpataru

    Selain mengunjungi Sekolah Banyu Bening yang ada di Sardonoharjo, tim verifikasi juga mengujungi lokasi binaan Sri Wahyuningsih diantaranya Desa Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Sleman dan Desa Jurang Jero, Srumbung, Magelang. Di lokasi binaan ini masyarakat sudah menerapkan memanfaatan air hujan untuk air minum dan untuk kebutuhan sehari-hari lainnya. Penanaman pohon pun juga telah dilakukan di lokasi ini untuk menjaga ketersediaan cadangan air tanah. Penerapan pemanenan air hujan ini tidak hanya dilakukan di masyarakat saja namun juga di sektor pendidikan seperti di Universitas Gajah Mada, maupun sekolah tingkat SMP maupun SMA khususnya sekolah yang telah melaksanakan program sekolah adiwiyata.