Berita

Workshop Proklim 2022

Feb

04

Workshop Proklim 2022

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Bidang P3KLH malaksanakan Workshop Program Kampung Iklim Tahun 2022 pada Kamis 3 Februari 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat A dan dipimpin oleh Kepala Dinas LHK DIY Dr. Ir. Kuncoro Cahyo Aji, M. Si dan dimoderatori oleh Kepala Bidang P3KLH Ag. Ruruh Haryanta, SH., ST., M. Kes. Peserta pada kegiatan ini adalah perwakilan dari Dusun/Desa yang akan dilakukan penilaian/verifikasi Proklim Tingkat DIY (Provinsi) pada tahun 2022 ini. Kepala Dinas LHK DIY dalam sambutannya mengatakan bahwa perubahan lingkungan semakin hari semakin memprihatinkan, mulai dari tingkat rumah tangga saja misalnya, pengelolaan sampahnya hanya sekedar memindahkan sampah saja belum ada upaya untuk mengelola. Kualitas udara pun juga semakin memprihatinkan, banyaknya pulusi maupun polutan yang ada di udara kita ini. Hal ini masih tingkat lokal, apabila digabungkan dengan tampat lain maka tentunya kan mempengaruhi iklim secara global. Kepala Dinas juga menyampaikan bahwa saat ini sedang mencoba mendampingi Desa/Kalurahan untuk merumuskan RPJMkel agar memasukkan pengelolaan lingkungan dan kehutanan di dalamnya agar pada tingkat Desa sudah ada aturan untuk menjaga, mengelola dan melestarikan lingkungan.


Workshop ini juga menghadirkan narasumber yaitu Sunarto dari Padukuhan Karangtanjung, Pandowoharjo, Sleman dan Aris Purnomo dari Dusun Plumbon, Banguntapan, Bantul. Padukuhan Karangtanjung merupakan peraih penghargaan ProKlim Tingkat Nasional Kategori ProKlim Utama pada Tahun 2020, sedangkan Dusun Plumbon peraih Penghargaan ProKlim Nasional kategori ProKlim Utama Tahun 2021. Kedua Narasumber ini banyak menceritakan kegiatan-kegiatan yang ada di Dusun masing-masing yang tentunya kegiatannya berupa upaya mitigasi dan pengendalian perubahan iklim, contohnya adalah melakukan kegiatan konservasi energi, konservasi air, pengelolaan sampah, pembinaan KWT, perternakan, pertanian dan ketahanan pangan secara mandiri. Narasumber juga mendorong/memotivasi Desa-desa lain untuk bergerak melakukan mitigasi perubahan iklim mulai dari hal yang kecil.

Aris Purnomo (Dusun Plumbon) menyampaikan kegiatan di Desanya.

Sesi terakhir dari workshop ProKlim ini adalah penyampaian tata cara pendaftaran Sistem Registri Nasional (SRN) oleh Balau Eko Purwanto, ST. Setiap Dusun/Desa yang akan maju ke tingkat Nasional harus mendaftarkan diri melalui SRN tersebut, kemudian mengisi atau menguload file-file atau bukti kegiatan yang ada di lokasi tersebut. SRN disiapkan untuk dapat mengakomodir setiap data dan informasi dari berbagai inisiatif kegiatan pengendalian perubahan iklim yang diinisiasi oleh berbagai pihak. Integrasi data secara simultan akan mengurangi tantangan data yang selama ini terjadi dan menguatkan akurasi, kemutakhiran dan konsistensi data. Sistem Registri Nasional dikembangkan sebagai aplikasi berbasis web IT yang mampu mewadahi penelusuran data numerik, spatial dan administrasi yang menunjang kinerja target pencapaian tujuan aksi pengendalian perubahan iklim. Dan pada pengembangannya, SRN mendorong prinsip transparansi, kejelasan clarity, dan dapat dimengerti understandable oleh publik.