Merajut Kebersamaan, Memetakan Harapan
# Publikasi Merajut Kebersamaan, Memetakan Harapan: Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan melalui Bimbingan Teknis Pemetaan Partisipatif dan Praktik Pembuatan Peta Lahan Andil sebagai Fondasi Pengelolaan Hutan Lestari dan Peningkatan Nilai Transaksi Ekonomi dlhk July 2, 2026 Pengembangan Kelompok Tani Hutan (KTH) Percontohan dalam peningkatan Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) bukan sekadar rangkaian kegiatan teknis, melainkan sebuah ikhtiar bersama untuk membangun masa depan masyarakat sekitar hutan yang lebih mandiri, sejahtera, dan tetap berpijak pada prinsip kelestarian. Melalui Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pemetaan Partisipatif dan Praktik Pembuatan Peta Lahan Andil, setiap anggota Kelompok Tani Hutan diajak menjadi pelaku utama dalam mengenali, memetakan, dan merencanakan ruang kelola yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. Kegiatan ini dilaksanakan pada lima lokasi plot sampling di wilayah kerja Balai KPH Yogyakarta, yaitu di kawasan hutan lindung KTH Wana Tirta, Petak 108, RPH Bibal, BDH Panggang, serta di kawasan hutan produksi yang melibatkan KTH Nangka Mulya, KTH Watu Bengkah, KTH Wilodo Makmur, dan KTH Reksowono di Petak 58, RPH Candi, BDH Karangmojo. Pemilihan lokasi tersebut mencerminkan keberagaman kondisi kawasan sekaligus menjadi ruang belajar bersama untuk membangun model pengelolaan hutan yang berpihak kepada masyarakat. Di setiap langkah yang ditempuh selama kegiatan, terlihat bahwa kekuatan utama pengelolaan hutan tidak hanya terletak pada teknologi atau metode pemetaan, melainkan pada keterlibatan masyarakat itu sendiri. Anggota KTH bersama petugas Balai KPH Yogyakarta berjalan menyusuri lahan andil, berdiskusi mengenai batas garapan, mencatat kondisi lahan, mengenali potensi komoditas, serta menyatukan pengetahuan lokal dengan pendekatan teknis yang dimiliki para pendamping. Tidak ada sekat antara masyarakat dan petugas; yang terbangun adalah hubungan kemitraan yang saling menghargai, saling belajar, dan saling menguatkan. Pengalaman yang diwariskan oleh para penggarap selama bertahun-tahun dipadukan dengan ilmu dan metode yang sistematis, sehingga setiap titik koordinat yang direkam bukan hanya menghasilkan data yang akurat, tetapi juga menjadi cerminan dari kepercayaan dan kebersamaan yang tumbuh selama proses pendampingan. Lebih dari sekadar menghasilkan peta lahan andil, kegiatan ini membangun kesadaran bahwa setiap informasi yang disusun secara partisipatif memiliki arti yang sangat besar bagi masa depan masyarakat. Data yang dihasilkan menjadi dasar untuk menyusun profil penggarap, mengidentifikasi potensi usaha, menghitung Nilai Transaksi Ekonomi (NTE), serta merancang program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran. Bagi anggota KTH, peta bukan lagi sekadar gambar yang menunjukkan batas lahan, melainkan simbol kepastian, tanggung jawab, dan harapan. Dari peta itulah lahir peluang untuk mengembangkan usaha, memperkuat kelembagaan kelompok, membuka akses terhadap berbagai program pembangunan, sekaligus menjaga agar pemanfaatan hutan tetap berlangsung secara bijaksana tanpa mengurangi fungsi ekologisnya. Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan kehutanan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang tulus antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai mitra pembangunan. Dengan dukungan pendanaan Result-Based Payment (RBP) yang melibatkan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Keuangan, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Relung, proses pemberdayaan ini mampu berjalan sebagai sebuah gerakan bersama, bukan sekadar pelaksanaan program. Pada akhirnya, setiap garis yang tergambar pada peta lahan andil bukan hanya menunjukkan ruang kelola masyarakat, tetapi juga mengabadikan semangat gotong royong, kepercayaan, dan cita-cita bersama untuk mewariskan hutan yang tetap lestari sekaligus menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitarnya. Ketika masyarakat diberi ruang untuk berpartisipasi, didampingi untuk berkembang, dan dipercaya untuk menjadi bagian dari solusi, maka hutan tidak hanya menjadi kawasan yang dijaga, tetapi juga menjadi sumber harapan yang terus menumbuhkan kesejahteraan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. Sumber: Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Yogyakarta, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Info Terbaru 26 Jun 2026 Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI 04 Jun 2026 Panen Cuan dari Bawah Tegakan 27 Apr 2026 Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 17 Apr 2026 Penilaian DELH PT Ameya 16 Apr 2026 Pembinaan Usaha Kelompok Tani Hutan 16 Apr 2026 Pemeriksaan Kesehatan Warga Sekitar TPA Piyungan 15 Apr 2026 Kunjungan Edukatif Mahasiswa UBHI di TPA Piyungan 14 Apr 2026 Monitoring Penanaman Hutan Rakyat di KTH Wono Lestari
Merajut Kebersamaan, Memetakan Harapan Read More »

