Panen Cuan dari Bawah Tegakan

Panen Cuan dari Bawah Tegakan: Porang Jadi Harapan Baru Petani Hutan

Pemanenan Porang dengan Pemanfaatan Lahan di Bawah Tegakan

Pemanfaatan lahan di bawah tegakan kini membuktikan hasil nyata. Melalui kegiatan panen porang yang dilaksanakan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Porang Wilis Sejahtera di Sermo Lor, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menunjukkan bahwa hutan bukan hanya untuk dijaga tetapi juga bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Di tengah tegakan yang semakin rapat dan produktif, tanaman porang hadir sebagai komoditas unggulan yang adaptif, tidak membutuhkan perawatan intensif, namun bernilai ekonomi tinggi. Saat ini, pengembangan porang telah mencapai luas lebih dari 14 hektare di luar kawasan hutan, serta 3,66 hektare di dalam kawasan, tepatnya di petak 25 RPH Sermo.

Hasilnya mulai terlihat. Kelompok telah berhasil melakukan panen dengan total produksi mencapai 430 kg. Dengan harga jual berkisar Rp. 7.000–Rp. 8.000 per kilogram, porang menjadi peluang nyata untuk meningkatkan pendapatan petani hutan. Tak hanya itu, jaminan pemasaran pun telah terbangun melalui kerja sama dengan pihak swasta di Jawa Timur, sehingga hasil panen dapat terserap dengan baik.

Kegiatan panen ini juga dirangkai dengan sarasehan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari DLHK DIY, Dinas Perindustrian Kulon Progo, Panewu Kokap, hingga paguyuban dan pengelola hutan. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk menggali tantangan, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah ke depan dalam pengembangan porang yang berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, diharapkan pemanfaatan lahan di bawah tegakan semakin optimal, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan hutan yang produktif dan lestari karena dari hutan yang terjaga, kesejahteraan bisa tumbuh bersama.

 

Bidang Planologi, Produksi, Perhutanan Sosial dan Penyuluhan, DLHK DIY

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *