Berita

Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY

# Publikasi dlhk September 1, 2026 Yogyakarta, Senin (31/08/2026) — Memperingati 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UUK DIY), menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta. Peringatan ini tidak hanya menjadi refleksi atas perjalanan keistimewaan DIY, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.   Semangat keistimewaan DIY terus diwujudkan melalui nilai “Mulyaning Manah, Mukti Ing Bumi, Wibawaning Jagad”, yang mencerminkan cita-cita untuk membangun masyarakat yang mulia dalam hati, sejahtera di bumi, serta memiliki wibawa di hadapan dunia. Nilai tersebut menjadi landasan untuk terus memperkuat budaya, menjunjung semangat gotong royong, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berdaya.   Keistimewaan DIY bukan semata-mata warisan sejarah, melainkan amanah dan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Semangat tersebut perlu diwujudkan melalui pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, dengan tetap berakar pada budaya serta karakter masyarakat Yogyakarta.   Memasuki 14 tahun UUK DIY, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus berkolaborasi dalam merawat keistimewaan dan menjadikannya sebagai kekuatan untuk menjawab tantangan zaman. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Yogyakarta diharapkan semakin mampu menghadirkan kehidupan masyarakat yang mulya dalam hati, mukti di bumi, serta wibawa di hadapan dunia.   Sumber: Sekretariat, DLHK DIY View this post on Instagram A post shared by Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY (@dlhkdiy) Info Terbaru 01 Sep 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 26 Jun 2026 Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI 24 Jun 2026 Bimbingan Teknis Perhitungan Emisi Karbon PBJ Berkelanjutan 23 Jun 2026 Pemantauan Kualitas Air Laut DIY Periode 1 Tahun 2026 22 Jun 2026 Taksasi Produksi Daun Kayu Putih 19 Jun 2026 Rakor Pengelolaan Perhutsos DIY 19 Jun 2026 DLHK DIY Gelar Jumat ASRI untuk Bumi yang Lestari 05 Jun 2026 Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Saatnya Bekerja untuk Iklim

Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY Read More »

DLHK DIY Ikuti Lomba Paduan Suara Bersama KORPRI DIY

# Publikasi DLHK DIY Ikuti Lomba Paduan Suara Bersama KORPRI DIY dlhk September 16, 2026 Yogyakarta, Senin (31/08/2026) Sebanyak 34 perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY bersama dua balai pendidikan di kabupaten/kota turut memeriahkan Lomba Paduan Suara Antarperangkat Daerah Pemda DIY Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pembina Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) DIY tersebut berlangsung pada Senin (31/08) di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta.   Tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan bermusik dan bernyanyi, lomba ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara keluarga besar KORPRI DIY. Sekretaris Daerah DIY sekaligus Ketua Dewan Pengurus KORPRI DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat suasana guyub, rukun, dan solid di lingkungan KORPRI DIY.   Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan antarsesama aparatur memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan. Hubungan kerja yang harmonis dapat menciptakan suasana kerja yang lebih positif, meningkatkan semangat dan etos kerja, sekaligus membuka ruang komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang lebih efektif dalam menghadapi berbagai tantangan. Melalui kegiatan ini, para pegawai DLHK DIY tidak hanya menunjukkan kemampuan dan kreativitas di bidang seni, tetapi juga membangun kekompakan, kebersamaan, dan semangat kolaborasi di luar rutinitas kedinasan.   Paduan suara pun menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik. Harmoni tercipta ketika setiap individu mampu saling mendengarkan, memahami peran masing-masing, menjaga irama, dan menyatukan langkah menuju tujuan yang sama.   Semangat tersebut juga menjadi bagian penting dalam kehidupan KORPRI. Setiap aparatur memiliki tugas, fungsi, dan tanggung jawab yang berbeda, namun semuanya perlu berjalan selaras dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.   Sumber: Sekretariat, DLHK DIY Info Terbaru 16 Sep 2026 DLHK DIY Ikuti Lomba Paduan Suara Bersama KORPRI DIY 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 28 Aug 2026 Deteksi Dini Karhutla, Langkah Awal Melindungi Hutan dan Masyarakat 27 Aug 2026 Cegah Karhutla, Lindungi Hutan dan Lingkungan untuk Masa Depan 24 Aug 2026 FGD Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati DIY 2026 21 Aug 2026 FGD Penguatan KPH 21 Aug 2026 Pelepasan Kepala Balai Pengelolaan Sampah 19 Aug 2026 Koordinasi Isu Strategis Bersama Biro PIWP2

DLHK DIY Ikuti Lomba Paduan Suara Bersama KORPRI DIY Read More »

Deteksi Dini Karhutla, Langkah Awal Melindungi Hutan dan Masyarakat

# Publikasi Deteksi Dini Karhutla, Langkah Awal Melindungi Hutan dan Masyarakat dlhk September 16, 2026 Yogyakarta, Jumat (28/08/2026) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat berkembang dengan cepat dan menimbulkan dampak yang luas bagi lingkungan maupun masyarakat. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla. Api yang diketahui sejak awal akan lebih mudah ditangani sebelum meluas dan sulit dikendalikan.   Pemantauan secara rutin dapat dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan, patroli, serta pemanfaatan teknologi seperti drone dan sistem pemantauan titik panas. Informasi mengenai indikasi kebakaran yang ditemukan perlu segera dilaporkan kepada pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Kecepatan dalam merespons menjadi salah satu kunci untuk mencegah api meluas.   Upaya deteksi dini bukan hanya bertujuan melindungi kawasan hutan, tetapi juga menjaga keanekaragaman hayati, kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perekonomian sekitar. Kolaborasi antara pemerintah, petugas lapangan, masyarakat, serta berbagai pihak sangat diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.   Mari bersama-sama tingkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap api. Jika menemukan asap, titik api, atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang dan jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Deteksi lebih awal, cegah sebelum meluas, lindungi hutan dan masyarakat.   Sumber: Sekretariat, DLHK DIY View this post on Instagram A post shared by Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY (@dlhkdiy) Info Terbaru 16 Sep 2026 Deteksi Dini Karhutla, Langkah Awal Melindungi Hutan dan Masyarakat 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 27 Aug 2026 Cegah Karhutla, Lindungi Hutan dan Lingkungan untuk Masa Depan 24 Aug 2026 FGD Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati DIY 2026 21 Aug 2026 FGD Penguatan KPH 21 Aug 2026 Pelepasan Kepala Balai Pengelolaan Sampah 19 Aug 2026 Koordinasi Isu Strategis Bersama Biro PIWP2 18 Aug 2026 DLHK DIY Juara 1 Lomba Inovasi Rimbawan Nasional Tahun 2026

Deteksi Dini Karhutla, Langkah Awal Melindungi Hutan dan Masyarakat Read More »

FGD Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati DIY 2026

# Publikasi FGD Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati DIY 2026 Dorong Penguatan Data dan Kolaborasi Lintas Sektor dlhk September 16, 2026 Yogyakarta, Senin (24/08/2026) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama para pemangku kepentingan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan Dokumen Profil Keanekaragaman Hayati (Kehati) DIY Tahun 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Proyek RBP REDD+ GCF Output 2 BPDLH–Relung Indonesia tersebut dilaksanakan di Ramashinta Room, The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa. FGD ini menjadi forum koordinasi dan konsolidasi untuk menghimpun masukan serta memperkuat data keanekaragaman hayati di DIY.   Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai pihak yang memiliki peran dalam pengelolaan dan penyediaan informasi keanekaragaman hayati, mulai dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga, perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi non-pemerintah, hingga pihak terkait lainnya. Agenda kegiatan meliputi pembukaan, sesi panel pemaparan Profil Keanekaragaman Hayati DIY, diskusi, serta evaluasi dokumen. Dalam sesi panel, materi yang dibahas mencakup kebijakan, arahan dan tahapan penyusunan profil kehati dari Kementerian Lingkungan Hidup, kebijakan pengelolaan kehati DIY dari BAPPERIDA DIY, pemaparan Profil Kehati DIY Tahun 2026 oleh tim tenaga ahli, serta evaluasi profil oleh Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM.   Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa meskipun wilayah daratan DIY relatif kecil dibandingkan daerah lain di Pulau Jawa, DIY memiliki karakteristik biogeofisik yang unik dan kaya. Bentang alam DIY mencakup ekosistem Gunung Merapi, Perbukitan Menoreh, kawasan bentang alam karst, hingga ekosistem pesisir. Beragam ekosistem tersebut menjadi ruang hidup berbagai spesies, termasuk spesies langka dan dilindungi, sekaligus berperan sebagai sistem penyangga kehidupan masyarakat, antara lain dalam menyediakan air dan udara bersih. Namun, tekanan terhadap ruang dan perubahan iklim global menjadi tantangan yang perlu diperhatikan dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati.   Penyusunan Profil Kehati DIY 2026 menjadi langkah penting untuk menyediakan data mengenai kondisi eksisting, potensi, dan tren keanekaragaman hayati di wilayah DIY. Dokumen ini diharapkan menjadi dokumen yang dinamis dan dapat digunakan sebagai panduan dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama lintas sektor, lintas administrasi, dan lintas disiplin ilmu, terutama karena data keanekaragaman hayati saat ini masih tersebar di berbagai instansi, organisasi non-pemerintah, serta perguruan tinggi. FGD menjadi salah satu ruang untuk mengonsolidasikan data tersebut sehingga dapat menghasilkan basis data yang lebih terintegrasi. Dalam pemaparan Profil Kehati DIY 2026, tim tenaga ahli menyampaikan bahwa hasil inventarisasi telah mengidentifikasi sebanyak 2.931 spesies, yang terdiri atas 1.365 spesies flora, 1.379 spesies fauna, serta 187 spesies alga, lichen, dan fungi. Profil tersebut juga mengidentifikasi spesies endemik, langka, dan invasif, serta keanekaragaman genetik lokal seperti salak pondoh, pisang lokal, padi merah lokal, bawang merah, dan sapi potong. Kekayaan keanekaragaman hayati tersebut tersebar pada berbagai ekosistem, mulai dari ekosistem vulkanik, dataran tinggi dan rendah, karst, pantai, gumuk pasir, mangrove, hingga ekosistem perairan tawar dan laut.   Selain aspek ekologis, Profil Kehati DIY 2026 juga memasukkan aspek keistimewaan DIY yang tercermin melalui flora dan fauna identitas, budaya, tradisi, pengetahuan tradisional, agrobiodiversitas, serta pangan lokal. Keanekaragaman hayati juga memiliki keterkaitan dengan filosofi dan budaya Jawa, termasuk konsep sumbu imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Tugu, Keraton, Panggung Krapyak, hingga pantai selatan sebagai bagian dari ajaran untuk hidup selaras dengan alam, sesama, dan Sang Pencipta. Dengan demikian, pengelolaan keanekaragaman hayati tidak hanya berkaitan dengan aspek ekologis, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan nilai budaya dan keistimewaan DIY.   FGD juga membahas berbagai tekanan terhadap keanekaragaman hayati di DIY, antara lain perubahan fungsi lahan, eksploitasi sumber daya alam, perubahan iklim, polusi, serta spesies asing invasif. Berdasarkan analisis spasial tahun 2019–2023, proporsi lahan terbangun untuk permukiman dan infrastruktur meningkat dari 24,9 persen menjadi 36 persen, sementara ekosistem sawah menurun dari 26 persen menjadi 22,1 persen dan perkebunan dari 30,3 persen menjadi 22,7 persen. Pada periode yang sama, kondisi ekologi ekosistem vulkanik dan dataran tinggi juga mengalami penurunan, sedangkan ekosistem dataran rendah menghadapi tekanan yang sangat tinggi.   Sebagai tindak lanjut, dokumen Profil Keanekaragaman Hayati DIY 2026 akan menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Induk Pengelolaan (RIP) Keanekaragaman Hayati serta diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan dan tata ruang. Profil tersebut juga diharapkan menjadi baseline bagi penyusunan profil kehati di tingkat kabupaten/kota. Selain itu, diperlukan monitoring dan evaluasi pengelolaan keanekaragaman hayati serta pembentukan taman keanekaragaman hayati sesuai amanat kebijakan yang berlaku. Melalui kolaborasi dan penguatan basis data, penyusunan profil ini diharapkan dapat memberikan gambaran keanekaragaman hayati DIY secara lebih representatif sekaligus mendukung pengelolaan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan.   Sumber: Relung Indonesia & DLHK DIY Info Terbaru 16 Sep 2026 FGD Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati DIY 2026 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 21 Aug 2026 FGD Penguatan KPH 21 Aug 2026 Pelepasan Kepala Balai Pengelolaan Sampah 19 Aug 2026 Koordinasi Isu Strategis Bersama Biro PIWP2 18 Aug 2026 DLHK DIY Juara 1 Lomba Inovasi Rimbawan Nasional Tahun 2026 17 Aug 2026 DLHK DIY Selenggarakan Upacara Peringatan HUT RI-81 14 Aug 2026 Semarak HUT ke-81 RI, DLHK DIY Bangun Kekompakan Melalui Beragam Perlombaan

FGD Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati DIY 2026 Read More »

FGD Penguatan KPH

# Publikasi FGD Penguatan KPH melalui Revisi PermenLHK 8 Tahun 2021 dlhk September 10, 2026 Yogyakarta, Jumat (21/08/2026) Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan Hutan (BRPH) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pra Rapat Koordinasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Seri 2 dengan tema “FGD Penguatan KPH melalui Revisi PermenLHK 8 Tahun 2021” di Aula Jati DLHK Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membahas penguatan peran dan kapasitas KPH dalam menjawab berbagai tantangan pengelolaan hutan di masa mendatang. FGD menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, akademisi, praktisi kehutanan, serta perwakilan KPH untuk menggali berbagai perspektif dan merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih implementatif. Pembahasan dalam FGD dikemas melalui tiga sesi panel yang mengangkat isu strategis dalam pengelolaan dan penguatan KPH.   Sesi pertama mengangkat tema “Pengelolaan Hutan Lestari”. Diskusi berfokus pada penguatan silvikultur, peningkatan produktivitas tegakan, serta pengembangan bioekonomi hutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Selanjutnya, sesi kedua membahas “Mendesain KPH Masa Depan 2045”. Panel ini menyoroti pentingnya transformasi kelembagaan KPH agar mampu menghadapi dinamika pengelolaan hutan di masa depan. KPH diharapkan dapat berkembang menjadi institusi yang efektif, adaptif, profesional, dan memiliki kemandirian dalam menjalankan fungsi pengelolaan hutan. Sementara itu, sesi ketiga bertajuk “Dari Tapak untuk Kebijakan”. Pembahasan diarahkan pada perumusan rekomendasi kebijakan yang bersumber dari pengalaman dan kondisi nyata di lapangan. Selain itu, dilakukan penilaian terhadap efektivitas KPH dalam mendukung pengelolaan hutan lestari dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.   FGD menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain Dr. Ir. Bambang Hendroyono, M.S., IPU; C. Hendro Widjanarko; Mikhail Gorbachev Dom; Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU; Prof. Dr. Ir. Mohammad Na’im, M.Agr.Sc.; Prof. Dr. Ir. Bramasto Nugroho, M.S.; Dr. Agus Setyarso; Dr. Rohman, S.Hut., M.P.; KKPH Yogyakarta; KKPH Pesawaran; serta Aji Sukmono selaku praktisi kehutanan. Berbagai pandangan yang disampaikan dalam forum menjadi bahan penting untuk melihat kembali kebutuhan penguatan KPH, khususnya dari sisi kelembagaan, kewenangan, kapasitas sumber daya manusia, hingga aspek kemandirian pengelolaan.   Melalui FGD ini, diharapkan terbangun kesepahaman antarpemangku kepentingan sekaligus tersusun rumusan rekomendasi yang konkret sebagai bahan penguatan kebijakan KPH melalui revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) Nomor 8 Tahun 2021. Penguatan tersebut diharapkan mampu mendorong KPH menjalankan fungsi pengelolaan hutan secara lebih efektif, profesional, dan adaptif. Pada akhirnya, KPH diharapkan tidak hanya menjadi instrumen pengelolaan kawasan hutan, tetapi juga mampu menjadi penggerak pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.   Forum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun arah pengelolaan KPH menuju 2045, dengan menempatkan kelestarian hutan, penguatan kelembagaan, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan kehutanan nasional. Sumber: Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan, DLHK DIY View this post on Instagram A post shared by Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Yogyakarta (@kphyogyakarta_) Info Terbaru 10 Sep 2026 FGD Penguatan KPH 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 21 Aug 2026 Pelepasan Kepala Balai Pengelolaan Sampah 19 Aug 2026 Koordinasi Isu Strategis Bersama Biro PIWP2 18 Aug 2026 DLHK DIY Juara 1 Lomba Inovasi Rimbawan Nasional Tahun 2026 17 Aug 2026 DLHK DIY Selenggarakan Upacara Peringatan HUT RI-81 14 Aug 2026 Semarak HUT ke-81 RI, DLHK DIY Bangun Kekompakan Melalui Beragam Perlombaan 14 Aug 2026 Pembagian Bendera Merah Putih

FGD Penguatan KPH Read More »

Pelepasan Kepala Balai Pengelolaan Sampah

# Publikasi Pelepasan Kepala Balai Pengelolaan Sampah Oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY dlhk September 10, 2026 Yogyakarta, Jumat (21/08/2026) Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara pelepasan Bapak Aris Prasena, S.Si., M.Sc., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balai Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta di Ruang Adipura DLHK DIY. Pelepasan tersebut dilakukan oleh Kepala DLHK DIY, Bapak Kusno Wibowo, S.T., M.Si., sebagai bentuk apresiasi sekaligus penghargaan atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi Bapak Aris Prasena selama menjalankan tugas di lingkungan DLHK DIY. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Aris Prasena menyampaikan bahwa perjalanan pengabdian di DLHK DIY telah memberikan banyak pengalaman, pembelajaran, serta kesempatan untuk bekerja bersama seluruh jajaran dalam menghadirkan pengelolaan lingkungan hidup dan persampahan yang semakin baik. Kebersamaan dan dukungan dari seluruh pegawai menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan tugas dan pencapaian yang telah diraih. Kini, Bapak Aris Prasena mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY. Amanah tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdian beliau untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi Bapak Aris Prasena selama menjadi bagian dari keluarga besar DLHK DIY. Pengalaman, gagasan, serta kerja sama yang telah terbangun diharapkan menjadi bekal berharga dalam mengemban tugas dan tanggung jawab di tempat yang baru. “Selamat mengemban amanah baru. Semoga senantiasa diberikan kelancaran, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas. Meskipun kini berada di tempat yang berbeda, semangat kolaborasi dan silaturahmi tetap terjaga,” ungkap Kusno Wibowo. Keluarga besar DLHK DIY menyampaikan selamat dan sukses kepada Bapak Aris Prasena, S.Si., M.Sc. atas amanah barunya sebagai Kepala DPUPESDM DIY. Selamat melanjutkan pengabdian. Jabatan boleh berganti, tetapi semangat kolaborasi dan pengabdian untuk DIY akan selalu menjadi satu langkah bersama.   Sumber : Sekretariat, DLHK DIY Info Terbaru 10 Sep 2026 Pelepasan Kepala Balai Pengelolaan Sampah 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 19 Aug 2026 Koordinasi Isu Strategis Bersama Biro PIWP2 18 Aug 2026 DLHK DIY Juara 1 Lomba Inovasi Rimbawan Nasional Tahun 2026 17 Aug 2026 DLHK DIY Selenggarakan Upacara Peringatan HUT RI-81 14 Aug 2026 Semarak HUT ke-81 RI, DLHK DIY Bangun Kekompakan Melalui Beragam Perlombaan 14 Aug 2026 Pembagian Bendera Merah Putih 13 Aug 2026 Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK)

Pelepasan Kepala Balai Pengelolaan Sampah Read More »

Koordinasi Isu Strategis Bersama Biro PIWP2

# Publikasi Koordinasi Isu Strategis Bersama Biro PIWP2 dlhk September 10, 2026 Yogyakarta, Rabu (19/08/2026) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWP2) melaksanakan pembahasan dan pendalaman sejumlah isu strategis dalam urusan lingkungan hidup dan kehutanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan menyelaraskan arah perencanaan program serta kegiatan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan pada periode mendatang. Sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian meliputi pengelolaan sampah, penanganan monyet ekor panjang, serta pengendalian pencemaran air dan udara. Dalam pembahasan tersebut, pelaksana teknis turut dilibatkan untuk menyampaikan kondisi faktual di lapangan, termasuk berbagai permasalahan, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program dan penanganan isu-isu tersebut. Penyampaian kondisi riil dari pelaksana teknis diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh dan komprehensif dalam mendukung proses perumusan kebijakan. Pendalaman isu strategis tersebut menjadi penting untuk memastikan kebijakan dan perencanaan pembangunan tidak hanya berorientasi pada target program, tetapi juga mampu merespons dinamika serta kebutuhan yang berkembang di lapangan. Dengan demikian, masukan teknis yang disampaikan dapat menjadi bahan perhatian dan pertimbangan Biro PIWP2 dalam menyusun arah kebijakan urusan lingkungan hidup dan kehutanan. Hasil pembahasan selanjutnya akan menjadi salah satu bahan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan untuk periode berikutnya. Melalui koordinasi dan sinergi yang lebih kuat antara perangkat daerah, perencana, serta pelaksana teknis, diharapkan perencanaan program dan kegiatan DLHK DIY ke depan semakin terarah, terintegrasi, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan di DIY.   Sumber: Sekretariat, DLHK DIY Info Terbaru 10 Sep 2026 Koordinasi Isu Strategis Bersama Biro PIWP2 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 18 Aug 2026 DLHK DIY Juara 1 Lomba Inovasi Rimbawan Nasional Tahun 2026 17 Aug 2026 DLHK DIY Selenggarakan Upacara Peringatan HUT RI-81 14 Aug 2026 Semarak HUT ke-81 RI, DLHK DIY Bangun Kekompakan Melalui Beragam Perlombaan 14 Aug 2026 Pembagian Bendera Merah Putih 13 Aug 2026 Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) 13 Aug 2026 Monitoring & Deteksi Dini Kebakaran Hutan

Koordinasi Isu Strategis Bersama Biro PIWP2 Read More »

DLHK DIY Juara 1 Lomba Inovasi Rimbawan Nasional Tahun 2026

# Publikasi DLHK DIY Juara 1 Lomba Inovasi Rimbawan Nasional Tahun 2026 dlhk September 10, 2026 Jakarta, Kamis (13/08/2026) Inovasi digital Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Sistem Informasi Kayu Rakyat Yogyakarta (SIKARYO) berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Juara 1 Lomba Inovasi Rimbawan Nasional Tahun 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan publik di bidang kehutanan yang dikembangkan dari kebutuhan daerah mampu memberikan dampak dan manfaat yang lebih luas. SIKARYO merupakan sistem informasi berbasis web yang dikembangkan Pemerintah Daerah DIY untuk mendukung pencatatan, pelaporan, dan pengawasan penatausahaan hasil hutan kayu rakyat secara elektronik. Inovasi ini diinisiasi oleh Tri Mulyadi, S.Hut., M.P. dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, sebagai bagian dari upaya mendorong tata kelola hasil hutan kayu rakyat yang lebih tertib, transparan, akurat, dan efisien. Melalui digitalisasi proses administrasi, SIKARYO dirancang untuk menjamin legalitas hasil hutan, meningkatkan akurasi dan keterlacakan data, sekaligus memperkuat transparansi dalam proses pelayanan. Sistem ini juga menjadi instrumen untuk menyederhanakan proses penatausahaan yang sebelumnya membutuhkan tahapan administrasi secara manual, sehingga pelayanan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan terintegrasi. Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi pengembangan SIKARYO sekaligus apresiasi terhadap komitmen inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah DIY dalam mewujudkan tata kelola kehutanan berbasis digital.   Sumber: Sekretariat, DLHK DIY Info Terbaru 10 Sep 2026 DLHK DIY Juara 1 Lomba Inovasi Rimbawan Nasional Tahun 2026 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 17 Aug 2026 DLHK DIY Selenggarakan Upacara Peringatan HUT RI-81 14 Aug 2026 Semarak HUT ke-81 RI, DLHK DIY Bangun Kekompakan Melalui Beragam Perlombaan 14 Aug 2026 Pembagian Bendera Merah Putih 13 Aug 2026 Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) 13 Aug 2026 Monitoring & Deteksi Dini Kebakaran Hutan 11 Aug 2026 Laporan Pendahuluan Reviu Pegub Jogja Hijau

DLHK DIY Juara 1 Lomba Inovasi Rimbawan Nasional Tahun 2026 Read More »

DLHK DIY Selenggarakan Upacara Peringatan HUT RI-81

# Publikasi DLHK DIY Selenggarakan Upacara Peringatan HUT RI-81 dlhk September 10, 2026 Yogyakarta, Senin (17/08/2026) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh pegawai DLHK DIY serta pegawai lingkup Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam upacara tersebut, Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, S.T., M.Si., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam amanatnya, disampaikan bahwa peringatan kemerdekaan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut tidak sekadar menjadi slogan, tetapi merupakan peta jalan bangsa sekaligus cerminan nilai-nilai yang telah hidup dalam perjalanan dan peradaban Indonesia. Nilai berdaulat dimaknai sebagai wujud kesadaran untuk berdiri di atas kaki sendiri dan menjaga martabat bangsa. Sementara itu, adil diwujudkan melalui ikhtiar untuk memperindah dan menyejahterakan kehidupan, dengan memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata, dari wilayah perkotaan hingga pelosok kalurahan. Adapun makmur merupakan buah dari kecermatan dan kehati-hatian dalam mengelola sumber daya, sehingga kesejahteraan yang dibangun dapat bertahan lintas generasi. Lebih lanjut, ketiga nilai tersebut ditegaskan sebagai satu kesatuan yang diwujudkan melalui laku Nitik-Napak-Nanting, yakni mengamati dengan saksama, berpijak pada kenyataan, kemudian bertindak dengan penuh pertimbangan. Semangat tersebut menjadi bagian dari cara Yogyakarta membangun: tidak tergesa-gesa, tetapi juga tidak berhenti melangkah. Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global yang semakin tajam, amanat tersebut juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat Eling lan Waspada sebagai kompas dalam menjaga kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran agar pembangunan tidak meninggalkan mereka yang masih tertinggal. Hal ini menegaskan pembangunan Yogyakarta sebagai bagian utuh dari cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.   Sumber: Sekretariat, DLHK DIY Info Terbaru 10 Sep 2026 DLHK DIY Selenggarakan Upacara Peringatan HUT RI-81 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 14 Aug 2026 Semarak HUT ke-81 RI, DLHK DIY Bangun Kekompakan Melalui Beragam Perlombaan 14 Aug 2026 Pembagian Bendera Merah Putih 13 Aug 2026 Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) 13 Aug 2026 Monitoring & Deteksi Dini Kebakaran Hutan 11 Aug 2026 Laporan Pendahuluan Reviu Pegub Jogja Hijau 11 Aug 2026 Hari Konservasi Alam Nasional

DLHK DIY Selenggarakan Upacara Peringatan HUT RI-81 Read More »

Semarak HUT ke-81 RI, DLHK DIY Bangun Kekompakan Melalui Beragam Perlombaan

# Publikasi Semarak HUT ke-81 RI, DLHK DIY Bangun Kekompakan Melalui Beragam Perlombaan dlhk September 7, 2026 Yogyakarta, Jumat (14/08/2026) Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menggelar berbagai perlombaan yang diikuti oleh bidang dan balai di lingkungan DLHK DIY. Kegiatan berlangsung meriah dengan mengusung semangat kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas antarpegawai.   Beragam lomba turut memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya Susun Menara Gelas yang menguji fokus dan keseimbangan, Baris-Berbaris yang menekankan kekompakan tim, serta Estafet Bola yang membutuhkan kecepatan sekaligus strategi. Sebanyak 10 bidang/balai turut ambil bagian dan menunjukkan antusiasme serta semangat kompetitif dalam mengikuti setiap perlombaan.   Selain perlombaan yang bersifat permainan, semarak peringatan HUT ke-81 RI juga diisi dengan kegiatan lomba kebersihan. Kegiatan ini mendorong setiap bidang dan balai untuk menciptakan lingkungan kerja yang semakin bersih, tertata, dan nyaman. Semangat menjaga kebersihan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang selaras dengan tugas dan fungsi DLHK DIY di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.   Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun teamwork, kebersamaan, serta sportivitas di lingkungan DLHK DIY. Dari perlombaan sederhana, tumbuh semangat untuk saling mendukung dan bekerja sebagai satu tim. Semangat tersebut menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus pengingat bahwa kekompakan dan kebersamaan merupakan kekuatan penting dalam mewujudkan kinerja organisasi yang lebih baik.   Sumber: Sekretariat, DLHK DIY Info Terbaru 07 Sep 2026 Semarak HUT ke-81 RI, DLHK DIY Bangun Kekompakan Melalui Beragam Perlombaan 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 14 Aug 2026 Pembagian Bendera Merah Putih 13 Aug 2026 Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) 13 Aug 2026 Monitoring & Deteksi Dini Kebakaran Hutan 11 Aug 2026 Laporan Pendahuluan Reviu Pegub Jogja Hijau 11 Aug 2026 Hari Konservasi Alam Nasional 05 Aug 2026 Sosialisasi Pengelolaan DAS Terpadu melalui Pengembangan Bambu

Semarak HUT ke-81 RI, DLHK DIY Bangun Kekompakan Melalui Beragam Perlombaan Read More »