Berita

Pembagian Bendera Merah Putih

# Publikasi Diskusi Publik untuk Pelayanan di Tahura Bunder yang Lebih Baik dlhk September 7, 2026 Yogyakarta, Jumat (14/08/2026) Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta turut menggelorakan semangat Merah Putih melalui kegiatan pembagian dan pengibaran bendera Merah Putih. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan melalui tindakan nyata di lingkungan sekitar.   Bagi DLHK DIY, bendera Merah Putih tidak hanya menjadi simbol kebanggaan dan identitas bangsa, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab bersama dalam menjaga Indonesia. Semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana, termasuk menjaga kebersihan, merawat lingkungan, serta menciptakan ruang hidup yang sehat dan nyaman. Semangat tersebut sejalan dengan berbagai gerakan DLHK DIY yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.    Pembagian bendera Merah Putih diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk turut mengibarkan Sang Saka di berbagai sudut lingkungan, mulai dari rumah, tempat kerja, hingga ruang publik. Berkibarnya Merah Putih di tengah masyarakat menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan. Sebelumnya, gerakan pembagian bendera yang dilaksanakan DLHK DIY juga diarahkan untuk memperkuat rasa cinta tanah air serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.    Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia bukan hanya tentang mempertahankan persatuan, tetapi juga merawat lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bersama. Lingkungan yang bersih, sehat, resik, dan indah merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Dari langkah kecil di lingkungan terdekat, semangat kebersamaan dapat tumbuh menjadi gerakan yang lebih besar untuk Indonesia yang lestari.   Sumber: Sekretariat, DLHK DIY Info Terbaru 07 Sep 2026 Pembagian Bendera Merah Putih 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 13 Aug 2026 Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) 13 Aug 2026 Monitoring & Deteksi Dini Kebakaran Hutan 11 Aug 2026 Laporan Pendahuluan Reviu Pegub Jogja Hijau 11 Aug 2026 Hari Konservasi Alam Nasional 05 Aug 2026 Sosialisasi Pengelolaan DAS Terpadu melalui Pengembangan Bambu 05 Aug 2026 Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan PEMDA DIY

Pembagian Bendera Merah Putih Read More »

Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK)

# Publikasi Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) dlhk September 7, 2026 Yogyakarta, Kamis (13/08/2026) Dalam rangka mendukung pengelolaan hasil hutan yang legal, tertelusur, dan berkelanjutan, telah dilaksanakan Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) pada 12–13 Agustus 2026 di Aula Jati, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama Fakultas Kehutanan UGM dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) melalui Project Agreement ITTO PP-A/54-331A “Promoting Quality Timber Production in Smallholders and Community-based Teak and Other Valuable Species Plantations in the Tropics”, serta menjadi ruang penguatan kapasitas dan pemahaman para pemangku kepentingan dalam implementasi SVLK.   Narasumber pada kegiatan ini adalah:• Kepala Dinas LHK DIY• Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan• Kepala BPHL Wilayah VIII Surabaya• Dinas LHK DIY – Tri Mulyadi, S.Hut., M.P.• Perkumpulan LPVI – PT Transtra Permada, Soelistya Wibowo, S.Hut.• Koperasi Wana Manunggal Lestari – Puji Raharjo, SP• Fakultas Kehutanan UGM – Teguh Yuwono, S.Hut., M.Sc.• Kepala Balai KPH Yogyakarta Melalui kegiatan pelatihan implementasi, diharapkan penerapan SVLK dapat semakin mendukung legalitas, ketertelusuran, dan keberlanjutan hasil hutan, sekaligus memperkuat rantai pasok kayu dari sumber hingga industri/end user.    Sumber: Balai KPH Yogyakarta, DLHK DIY View this post on Instagram A post shared by Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Yogyakarta (@kphyogyakarta_) Info Terbaru 07 Sep 2026 Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 13 Aug 2026 Monitoring & Deteksi Dini Kebakaran Hutan 11 Aug 2026 Laporan Pendahuluan Reviu Pegub Jogja Hijau 11 Aug 2026 Hari Konservasi Alam Nasional 05 Aug 2026 Sosialisasi Pengelolaan DAS Terpadu melalui Pengembangan Bambu 05 Aug 2026 Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan PEMDA DIY 26 Jun 2026 Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI

Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) Read More »

Monitoring & Deteksi Dini Kebakaran Hutan

# Publikasi Monitoring & Deteksi Dini Kebakaran Hutan dlhk August 13, 2026 Gunungkidul, Kamis (13/08/2026) Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Satuan Tugas Polisi Kehutanan (Satgas Polhut) menjadi momentum penting dalam meninjau langsung kondisi lapangan sekaligus memperkuat respons terhadap potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).   Berdasarkan hasil monev, sejumlah titik rawan kebakaran dilaporkan sebagai bahan deteksi dini kerawanan karhutla. Keterbatasan alat dan personil, dan susahnya akses menuju lokasi masih menjadi tantangan utama bagi petugas. Di wilayah Karangmojo, tercatat beberapa titik potensi rawan kebakaran seperti di RPH Candi, tepatnya pada petak 62, 64, dan 52. Sementara itu, di wilayah Playen, titik potensi rawan kebakaran berada di RPH Wonolagi, RPH Kepek dan RPH Kemuning yang lokasinya berada di tengah kawasan dengan akses yang cukup sulit dijangkau petugas. Di wilayah Paliyan, beberapa titik potensi rawan kebakaran tersebar di RPH Kedungwangu, RPH Menggoro, RPH Grogol, dan RPH Nggiring. Untuk wilayah Panggang, hampir seluruh area yang didominasi tanaman jati menjadi perhatian dikarenakan potensi rawan kebakaran. Kondisi ini menjadi perhatian khusus mengingat potensi kerugian ekologis yang cukup besar.   Di wilayah Kulon Progo–Bantul, potensi kebakaran berada di blok Kediwung. Namun kolaborasi antara petugas dan masyarakat setempat terjalin dengan kuat sehingga harapan kedepannya risiko kebakaran dapat dikendalikan. Sedangkan untuk kawasan Kokap masih tergolong rawan karena keterbatasan akses dan sumber daya.   Melalui kegiatan monev ini, Satgas Polhut tidak hanya melakukan evaluasi teknis, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan masyarakat sekitar hutan. Upaya penanganan yang cepat di lapangan menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran. Ke depan, peningkatan sarana dan prasarana, kesiapsiagaan petugas, serta peran aktif masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat mitigasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.   Sumber: Sekretariat, DLHK DIY View this post on Instagram A post shared by Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY (@dlhkdiy) Info Terbaru 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 13 Aug 2026 Monitoring & Deteksi Dini Kebakaran Hutan 11 Aug 2026 Laporan Pendahuluan Reviu Pegub Jogja Hijau 11 Aug 2026 Hari Konservasi Alam Nasional 05 Aug 2026 Sosialisasi Pengelolaan DAS Terpadu melalui Pengembangan Bambu 05 Aug 2026 Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan PEMDA DIY 26 Jun 2026 Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI 24 Jun 2026 Bimbingan Teknis Perhitungan Emisi Karbon PBJ Berkelanjutan

Monitoring & Deteksi Dini Kebakaran Hutan Read More »

Laporan Pendahuluan Reviu Pegub Jogja Hijau

# Publikasi Laporan Pendahuluan Reviu Pegub Jogja Hijau dlhk September 7, 2026 Yogyakarta, Selasa (11/08/2026) Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta terus mendorong penguatan kebijakan pengembangan Jogja Hijau melalui rapat koordinasi laporan pendahuluan reviu Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 84 Tahun 2023 tentang Pengembangan Jogja Hijau.   Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengevaluasi implementasi kebijakan sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan penguatan agar program Jogja Hijau dapat berjalan lebih efektif, terukur, berkelanjutan, dan selaras dengan perkembangan kebijakan lingkungan serta pembangunan daerah.   Reviu juga melihat perlunya memperluas perspektif Jogja Hijau agar tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan. Empat pilar yang selama ini menjadi dasar (lahan, air, sampah, dan energi) perlu dikembangkan agar selaras dengan perkembangan kebijakan Ekonomi Hijau, termasuk dimensi ekonomi dan sosial. Dengan demikian, Jogja Hijau diharapkan tidak sekadar dipahami sebagai gerakan penghijauan, tetapi sebagai bagian dari kerangka pembangunan berkelanjutan.   Melalui rapat koordinasi laporan pendahuluan reviu ini, diharapkan dapat dirumuskan berbagai rekomendasi yang mampu menjawab tantangan implementasi Jogja Hijau sekaligus memperkuat keterhubungannya dengan kebijakan Ekonomi Hijau, Smart Environment, perencanaan pembangunan, serta penganggaran daerah.   Penguatan Pergub Jogja Hijau bukan sekadar penyempurnaan regulasi, tetapi merupakan langkah untuk memastikan semangat Jogja yang hijau, berkelanjutan, inklusif, dan berbasis kolaborasi dapat diwujudkan secara lebih terarah dan terukur.   Sumber: Sekretariat, DLHK DIY Info Terbaru 07 Sep 2026 Laporan Pendahuluan Reviu Pegub Jogja Hijau 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 11 Aug 2026 Hari Konservasi Alam Nasional 05 Aug 2026 Sosialisasi Pengelolaan DAS Terpadu melalui Pengembangan Bambu 05 Aug 2026 Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan PEMDA DIY 26 Jun 2026 Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI 24 Jun 2026 Bimbingan Teknis Perhitungan Emisi Karbon PBJ Berkelanjutan 23 Jun 2026 Pemantauan Kualitas Air Laut DIY Periode 1 Tahun 2026

Laporan Pendahuluan Reviu Pegub Jogja Hijau Read More »

Hari Konservasi Alam Nasional

# Publikasi Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2026 dlhk August 11, 2026 Yogyakarta, Senin (11/08/2026) Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya menjaga, merawat, dan melestarikan alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Alam bukan sekadar warisan yang dapat dinikmati saat ini, tetapi merupakan titipan berharga yang harus dijaga keberlangsungannya agar tetap memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang. Hutan yang lestari, sungai yang bersih, udara yang sehat, serta keanekaragaman hayati merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia dan ekosistem. Peringatan HKAN 2026 menjadi pengingat bahwa upaya konservasi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Perlindungan terhadap lingkungan membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda. Semangat tersebut sejalan dengan tema HKAN 2026, “Konservasi Alam, Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia,” yang menegaskan bahwa kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan aksi nyata secara berkelanjutan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Konservasi Alam Nasional sebagai penguat komitmen dalam menjaga dan merawat alam Yogyakarta. Konservasi bukan hanya tentang melindungi kawasan dan keanekaragaman hayati, tetapi juga tentang membangun kesadaran bahwa manusia merupakan bagian dari ekosistem yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangannya. Melalui semangat kebersamaan, kepedulian, dan tindakan nyata, upaya konservasi diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Menjaga alam hari ini berarti menjaga kehidupan dan masa depan generasi mendatang. Lestari alamku, lestari negeriku. Sumber: Sekretariat, DLHK DIY Info Terbaru 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 11 Aug 2026 Hari Konservasi Alam Nasional 05 Aug 2026 Sosialisasi Pengelolaan DAS Terpadu melalui Pengembangan Bambu 05 Aug 2026 Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan PEMDA DIY 26 Jun 2026 Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI 24 Jun 2026 Bimbingan Teknis Perhitungan Emisi Karbon PBJ Berkelanjutan 23 Jun 2026 Pemantauan Kualitas Air Laut DIY Periode 1 Tahun 2026 22 Jun 2026 Taksasi Produksi Daun Kayu Putih

Hari Konservasi Alam Nasional Read More »

Peningkatan Kelas Kelompok Tani Hutan (KTH)

# Publikasi Peningkatan Kelas Kelompok Tani Hutan (KTH) dlhk September 10, 2026 Gunungkidul, Kamis (06/08/2026) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Bidang Planologi, Produksi, Perhutanan Sosial dan Penyuluhan menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kelas Kelompok Tani Hutan (KTH) selama 3 hari, pada tanggal 4 – 6 Agustus 2026 yang bertempat di Sekretariat KTH Ngudi Rejo, Sawahan II, Bleberan, Playen, Gunungkidul.   Kegiatan ini bertujuan menguatkan tata kelola kelembagaan, administrasi, dan legalitas kelompok; meningkatkan kemampuan pengelolaan kawasan hutan secara lestari; serta mengembangkan unit produksi dan memperluas jaringan pemasaran hasil usaha. Rangkaian acara diawali dengan menghadirkan Prasetyo Nugroho dari Vokasi UGM yang menyampaikan materi mengenai kelembagaan KTH dan dinamika kelompok guna membangun fondasi organisasi yang solid dan adaptif. Memasuki hari kedua, peserta dibekali kemampuan teknis oleh Sukandar dari PKSM Gunungkidul melalui penyampaian teori serta praktik langsung pemetaan wilayah kelola. Keahlian ini penting agar kelompok memiliki kejelasan batas dan pemahaman mendalam atas wilayah hutan yang dikelola. Agenda hari ketiga berfokus pada inovasi usaha peternakan dan evaluasi kelompok. Prasetyo mengisi sesi praktis berupa pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi serta teknik pembuatan silase berbasis bahan baku lokal. Pada hari yang sama, dilaksanakan pula proses penilaian dan evaluasi kinerja kelompok yang dipimpin oleh Ibu Navitri, Penyuluh Kehutanan Madya. Berdasarkan peninjauan menyeluruh terhadap aspek kelembagaan, wilayah, dan kegiatan usaha, kth ngudi rejo secara resmi dinyatakan berhasil naik kelas dari kelas pemula menjadi kelas madya. Kedepannya, peningkatan kelas ini diharapkan tidak hanya sebagai simbol formalitas tetapi sebagai pemicu utama dalam memperkuat tata kelola kelembagaan. Pengetahuan teknis yang telah diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan oleh kelompok. Selain itu peningkatan kelas ini diharapkan mempermudah akses kelompok terhadap dukungan permodalan, fasilitas pemerintah, maupun program kemitraan yang lebih luas.   Sumber : Bidang Planologi, Produksi, Perhutanan Sosial dan Penyuluha, DLHK DIY Info Terbaru 10 Sep 2026 Peningkatan Kelas Kelompok Tani Hutan (KTH) 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 19 Aug 2026 Koordinasi Isu Strategis Bersama Biro PIWP2 18 Aug 2026 DLHK DIY Juara 1 Lomba Inovasi Rimbawan Nasional Tahun 2026 17 Aug 2026 DLHK DIY Selenggarakan Upacara Peringatan HUT RI-81 14 Aug 2026 Semarak HUT ke-81 RI, DLHK DIY Bangun Kekompakan Melalui Beragam Perlombaan 14 Aug 2026 Pembagian Bendera Merah Putih 13 Aug 2026 Pelatihan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK)

Peningkatan Kelas Kelompok Tani Hutan (KTH) Read More »

Sosialisasi Pengelolaan DAS Terpadu melalui Pengembangan Bambu

# Publikasi Sosialisasi Pengelolaan DAS Terpadu melalui Pengembangan Bambu dlhk September 7, 2026 Sleman, Selasa (04/08/2026) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara terpadu membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah bambu.   Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu melalui Pengembangan Bambu yang dilaksanakan pada Selasa tanggal 4 Agustus 2026 dengan melibatkan Asosiasi Bambu Sleman. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi dalam mengembangkan bambu sebagai bagian dari upaya konservasi DAS sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.   Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Bapak Yan Kurnia Kustanto, S.E., Anggota Komisi B DPRD DIY, Ketua FKPDAS DIY Bapak Dr. Masrur Alatas, S.T.,M.Eng, serta Bapak Bernadinus Widhiartadi, S.P Kepala Seksi Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik  BPTH Wilayah III. Para narasumber menyampaikan materi terkait pengembangan bambu dari berbagai perspektif, mulai dari kebijakan, konservasi DAS, hingga aspek teknis budidaya.   Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan materi mengenai strategi budidaya bambu untuk konservasi DAS, termasuk pentingnya pemilihan jenis, pengelolaan dan pemeliharaan tanaman, serta penempatan bambu pada lokasi yang sesuai dengan karakteristik lahan. Bambu memiliki potensi untuk mendukung upaya konservasi tanah dan air sekaligus menjadi tanaman yang dapat dikembangkan secara produktif oleh masyarakat.   Selain strategi budidaya, diskusi juga membahas tantangan dan peluang pengembangan bambu. Pengembangan bambu membutuhkan penguatan dari sisi budidaya, ketersediaan bibit berkualitas, peningkatan kapasitas masyarakat, pengelolaan pascapanen, hingga pengembangan pasar dan produk turunannya. Dengan pendekatan yang terpadu, bambu tidak hanya dipandang sebagai tanaman konservasi, tetapi juga sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi.   Keterlibatan Asosiasi Bambu Sleman menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah, legislatif, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi diperlukan agar pengembangan bambu dapat dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari hulu hingga hilir, dengan tetap memperhatikan fungsi ekologis DAS.   Melalui kegiatan ini, diharapkan pengembangan bambu dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkuat konservasi DAS sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pengelolaan bambu yang dilakukan secara lestari dapat memberikan manfaat berlapis: menjaga lingkungan, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendukung sumber penghidupan masyarakat.   Bambu lestari, DAS berkelanjutan, masyarakat sejahtera. Semangat tersebut menjadi pijakan untuk mendorong pengelolaan DAS yang semakin terpadu, kolaboratif, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat.   Sumber: Bidang Rehabilitasi, Konservasi Alam dan Perlindungan Hutan, DLHK DIY Info Terbaru 07 Sep 2026 Sosialisasi Pengelolaan DAS Terpadu melalui Pengembangan Bambu 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 05 Aug 2026 Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan PEMDA DIY 26 Jun 2026 Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI 24 Jun 2026 Bimbingan Teknis Perhitungan Emisi Karbon PBJ Berkelanjutan 23 Jun 2026 Pemantauan Kualitas Air Laut DIY Periode 1 Tahun 2026 22 Jun 2026 Taksasi Produksi Daun Kayu Putih 19 Jun 2026 Rakor Pengelolaan Perhutsos DIY

Sosialisasi Pengelolaan DAS Terpadu melalui Pengembangan Bambu Read More »

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan PEMDA DIY

# Publikasi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan PEMDA DIY dlhk September 7, 2026 Yogyakarta, Rabu (05/08/2026) Sejumlah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dilantik oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Dalam momentum tersebut, Bapak Aris Prasena, S.Si., M.Sc. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balai Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY. Keluarga Besar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Bapak Aris Prasena, S.Si., M.Sc. atas amanah barunya.   Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY berharap amanah baru yang diberikan kepada Bapak Aris Prasena, S.Si., M.Sc. dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat. Setiap langkah pengabdian diharapkan senantiasa mendapat kelancaran, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, sehingga dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan dan pelayanan publik di Daerah Istimewa Yogyakarta.   Sebagai bagian dari keluarga besar DLHK DIY, pengalaman dan pengabdian Bapak Aris Prasena, S.Si., M.Sc. selama menjalankan tugas di bidang pengelolaan sampah diharapkan menjadi bekal dalam mengemban tanggung jawab barunya. Semangat kolaborasi antarsektor dan antarperangkat daerah juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.   Selamat dan sukses atas amanah baru kepada Bapak Aris Prasena, S.Si., M.Sc. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas dan pengabdian, serta mampu membawa DPUPESDM DIY semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.   Sumber: Sekretariat, DLHK DIY Info Terbaru 07 Sep 2026 Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan PEMDA DIY 31 Aug 2026 Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY 26 Jun 2026 Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI 24 Jun 2026 Bimbingan Teknis Perhitungan Emisi Karbon PBJ Berkelanjutan 23 Jun 2026 Pemantauan Kualitas Air Laut DIY Periode 1 Tahun 2026 22 Jun 2026 Taksasi Produksi Daun Kayu Putih 19 Jun 2026 Rakor Pengelolaan Perhutsos DIY 19 Jun 2026 DLHK DIY Gelar Jumat ASRI untuk Bumi yang Lestari

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan PEMDA DIY Read More »

Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI

# Berita Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI dlhk June 26, 2026 Yogyakarta, Jumat (26/06/2026) Kegiatan Indonesia ASRI (Aksi Sehat, Resik, dan Indah) kembali dilaksanakan di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY sebagai wujud komitmen dalam menciptakan ruang kerja yang bersih, sehat, dan nyaman. Kegiatan ini melibatkan seluruh pegawai yang secara bersama-sama melakukan aksi bersih-bersih area kerja, penataan ruang, serta pengelolaan sampah secara lebih tertib dan berkelanjutan. Melalui gerakan ini, diharapkan tercipta suasana kerja yang tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga mencerminkan budaya kerja yang peduli terhadap lingkungan. Lokasi yang ditentukan untuk kegiatan bersih-bersih kali ini terbagi menjadi empat titik sepanjang Jalan Gondosuli dan Jalan Mojo, Kota Yogyakarta.   Selain kegiatan kebersihan, Indonesia ASRI juga diisi dengan upaya penghijauan di area perkantoran melalui penanaman tanaman hias dan pemeliharaan ruang terbuka hijau. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang asri serta membantu meningkatkan kualitas udara di sekitar kantor. Pegawai juga didorong untuk menerapkan kebiasaan ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan lebih bijak dalam penggunaan energi serta air.   Melalui pelaksanaan Indonesia ASRI, diharapkan tercipta kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, dimulai dari lingkup terkecil yaitu tempat kerja. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi instansi dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Ke depan, program ini akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari budaya kerja yang berorientasi pada kesehatan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan.   Sekretariat, DLHK DIY Info Terbaru 26 Jun 2026 Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI 04 Jun 2026 Panen Cuan dari Bawah Tegakan 27 Apr 2026 Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 17 Apr 2026 Penilaian DELH PT Ameya 16 Apr 2026 Pembinaan Usaha Kelompok Tani Hutan 16 Apr 2026 Pemeriksaan Kesehatan Warga Sekitar TPA Piyungan 15 Apr 2026 Kunjungan Edukatif Mahasiswa UBHI di TPA Piyungan 14 Apr 2026 Monitoring Penanaman Hutan Rakyat di KTH Wono Lestari

Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI Read More »

Bimbingan Teknis Perhitungan Emisi Karbon PBJ Berkelanjutan

# Publikasi DLHK DIY Tingkatkan Kapasitas OPD DIY dalam Perhitungan Emisi Karbon Pengadaan Baran dan Jasa yang Berkelanjutan dlhk June 24, 2026 Yogyakarta, Rabu (24/06/2026) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan “Going Green Series: Bimbingan Teknis (Bimtek) Penghitungan Karbon (Emisi Gas Rumah Kaca/GRK) Berdasarkan Data Monitoring dan Evaluasi Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Berkelanjutan di OPD DIY”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Daerah DIY dalam memperkuat implementasi Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Berkelanjutan sekaligus mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca di tingkat daerah.   Pelatihan menghadirkan narasumber dari tim teknis Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan pendampingan langsung kepada peserta dalam melakukan simulasi pengisian instrumen monitoring. Melalui sesi praktik ini, setiap OPD diharapkan mampu menghitung jejak karbon (carbon footprint) dari transaksi pengadaan secara mandiri dan konsisten.   PBJ Berkelanjutan di Pemerintah Daerah DIY sebelumnya mengacu pada Peraturan Gubernur DIY Nomor 57 Tahun 2023 tentang Peta Jalan Implementasi PBJ Berkelanjutan 2023-2025, yang kemudian dilanjutkan melalui Surat Keputusan Gubernur tentang Pedoman PBJ Berkelanjutan. Kebijakan tersebut kini terus diintegrasikan dengan perencanaan pembangunan daerah, aksi mitigasi perubahan iklim, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sebagai bentuk penguatan kebijakan berbasis data, DLHK DIY bersama UGM juga telah mengembangkan kajian potensi penurunan emisi GRK yang kemudian diterjemahkan menjadi kalkulator karbon untuk mendukung proses monitoring dan evaluasi di setiap OPD.   Sebagai tindak lanjut, peserta akan melakukan pengumpulan data realisasi belanja barang Semester I dan potensi belanja hingga akhir tahun melalui kalkulator karbon. Proses pengisian data dan konsultasi dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juli 2026, sebelum dilakukan validasi hasil monitoring dan evaluasi pada awal Agustus 2026.   Melalui pelatihan ini, DLHK DIY berharap implementasi Pengadaan Barang/Jasa Berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Daerah DIY semakin terukur, akuntabel, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca serta pembangunan daerah yang rendah karbon dan berkelanjutan.   Sumber: Yayasan WWF dan Sekretariat DLHK DIY Info Terbaru 26 Jun 2026 Jumat Krida DLHK DIY Wujudkan Indonesia ASRI 24 Jun 2026 Bimbingan Teknis Perhitungan Emisi Karbon PBJ Berkelanjutan 23 Jun 2026 Pemantauan Kualitas Air Laut DIY Periode 1 Tahun 2026 04 Jun 2026 Panen Cuan dari Bawah Tegakan 27 Apr 2026 Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 17 Apr 2026 Penilaian DELH PT Ameya 16 Apr 2026 Pembinaan Usaha Kelompok Tani Hutan 16 Apr 2026 Pemeriksaan Kesehatan Warga Sekitar TPA Piyungan

Bimbingan Teknis Perhitungan Emisi Karbon PBJ Berkelanjutan Read More »