Menolak Punah: Mengawali Refleksi Lingkungan melalui Film Dokumenter

Bantul, Selasa (02/06/2026 Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup yang diperingati setiap 5 Juni, sebuah ruang refleksi tentang keberlanjutan lingkungan dihadirkan melalui pemutaran film dokumenter MENOLAK PUNAH. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Audio Visual Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melihat kembali hubungan antara gaya hidup sehari-hari dengan kondisi lingkungan yang kita tinggali bersama. Sebanyak 112 penonton turut hadir dan menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

 

Film MENOLAK PUNAH mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya budaya konsumsi berlebihan dalam industri fast fashion. Pakaian yang diproduksi, dibeli, digunakan, hingga akhirnya dibuang ternyata memiliki jejak lingkungan yang panjang. Mulai dari pencemaran air dan udara, emisi karbon, hingga potensi ancaman mikroplastik, industri fesyen menjadi salah satu gambaran bagaimana pilihan konsumsi manusia dapat memberikan dampak terhadap keberlanjutan alam.

 

Pemutaran film ini tidak hanya menjadi kegiatan menonton, tetapi juga ruang untuk membangun kesadaran bahwa perubahan dapat dimulai dari pilihan sederhana. Di tengah tantangan perubahan iklim, pencemaran, dan persoalan sampah, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam mengonsumsi serta mempertimbangkan kembali kebutuhan sebelum membeli dan membuang sesuatu.

 

Melalui kegiatan ini, pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan juga dipertemukan dengan upaya mempertahankan budaya sandang yang lebih berkelanjutan. Individu dan komunitas yang terus bergerak menjaga alam dan merawat budaya menjadi bagian penting dari gerakan untuk “menolak punah”—menjaga alam tetap lestari, budaya tetap hidup, dan kesadaran ekologis terus tumbuh

 

Sumber: Sekretariat, DLHK DIY