Menolak Punah: Menumbuhkan Kesadaran untuk Hidup Lebih Berkelanjutan

Bantul, Kamis (04/06/2026) Menjelang peringatan Hari Lingkungan Hidup pada 5 Juni, pemutaran film dokumenter MENOLAK PUNAH kembali menghadirkan ruang untuk berdiskusi dan berefleksi mengenai persoalan lingkungan yang semakin dekat dengan kehidupan manusia. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Audio Visual Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY tersebut diikuti oleh 131 penonton. Antusiasme para penonton menunjukkan bahwa isu keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan memiliki ruang penting di tengah masyarakat.

 

Salah satu persoalan yang disoroti dalam film adalah dampak budaya konsumsi berlebihan, terutama yang berkaitan dengan industri fast fashion. Pakaian tidak berhenti menjadi persoalan ketika selesai digunakan. Di balik proses produksi hingga pembuangannya, terdapat jejak berupa penggunaan sumber daya, pencemaran air dan udara, emisi karbon, serta persoalan mikroplastik yang dapat memberikan dampak lebih luas terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.

 

Karena itu, Hari Lingkungan Hidup menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Momentum ini mengajak setiap orang untuk melihat kembali kebiasaan sehari-hari dan memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi terhadap bumi. Mengurangi konsumsi yang tidak perlu, menggunakan barang lebih lama, serta memilih produk dan praktik yang lebih ramah lingkungan merupakan langkah-langkah sederhana yang dapat menjadi bagian dari perubahan.

 

Kegiatan pemutaran MENOLAK PUNAH menjadi pengingat bahwa harapan terhadap masa depan lingkungan tetap terbuka ketika kesadaran diikuti dengan tindakan. Sebanyak 243 penonton dari dua kali pemutaran—112 orang pada 2 Juni dan 131 orang pada 4 Juni—telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Dari ruang pemutaran film, kesadaran diharapkan dapat terus bergerak menjadi tindakan nyata: menolak punah, menjaga alam tetap lestari, dan memastikan budaya tetap hidup.

 

Sumber: Sekretariat, DLHK DIY