Monitoring Penanaman Hutan Rakyat di KTH Wono Lestari

Monitoring Penanaman Hutan Rakyat di KTH Wono Lestari

Kegiatan monitoring penanaman hutan rakyat dilaksanakan di Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari, yang berlokasi di Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, pada Senin (13/4). Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan tanaman sekaligus memastikan keberhasilan program rehabilitasi hutan rakyat di wilayah tersebut. Selain monitoring, tim juga melakukan pengukuran petak ukur (PU) sebagai bagian dari evaluasi teknis di lapangan. Pengukuran dilakukan pada dua titik petak ukur yang telah ditentukan sebelumnya.

 

Pada Petak Ukur 1 (PU 1), tercatat sebanyak 69 tanaman yang didominasi oleh jenis sengon. Dari hasil pengamatan, ditemukan satu tanaman dalam kondisi mati. Oleh karena itu, tim merekomendasikan agar dilakukan penyulaman guna menjaga tingkat keberhasilan tumbuh tanaman.

 

Sementara itu, pada Petak Ukur 2 (PU 2), terdapat sebanyak 39 tanaman yang terdiri dari beberapa jenis, yaitu nangka, alpukat, dan sengon. Secara umum, kondisi tanaman di lokasi ini dinilai cukup baik dan menunjukkan pertumbuhan yang positif.

 

Kegiatan monitoring ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program penanaman hutan rakyat, sekaligus memberikan gambaran nyata kondisi di lapangan. Melalui pengukuran petak ukur, data yang diperoleh dapat menjadi dasar dalam pengambilan langkah tindak lanjut yang tepat.

 

Di akhir kegiatan, tim menyampaikan pesan kepada anggota KTH Wono Lestari agar terus melakukan pemeliharaan terhadap tanaman yang telah ditanam. Pemeliharaan yang baik, termasuk penyiraman, penyiangan, serta pengendalian hama dan penyakit, menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian hutan rakyat. Dengan adanya monitoring ini, diharapkan upaya rehabilitasi hutan rakyat di wilayah Girikerto dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat ekologis maupun ekonomis bagi masyarakat sekitar.

 

 

Oleh : Bidang RKAPH, DLHK DIY